SURAKARTA (Perpustakaan UIN SU) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan menegaskan komitmennya dalam peta transformasi digital global dengan mengirimkan delegasi pustakawan terbaiknya ke ajang bergengsi The 2nd Annual Conference of APPTIS (Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Se-Indonesia) tahun 2026.

Konferensi internasional ini diselenggarakan di UIN Raden Mas Said Surakarta pada tanggal 23–25 Juni 2026.

Tahun ini, APPTIS mengusung tema besar yang sangat krusial bagi masa depan dunia informasi, yaitu “Global Knowledge Futures: Libraries, Culture, and Cross-Border Collaboration in the Age of AI”.

Perpustakaan UIN SU mendelegasikan tiga pustakawan lintas jenjang keahlian untuk berpartisipasi aktif, antara lain:

  1. Hildayati Raudah Hutasoit, S.Sos., M.M. (Pustakawan Ahli Madya sekaligus Kepala Perpustakaan UIN SU Medan)
  2. Pardiono, S.E. (Pustakawan Ahli Muda)
  3. Muhammad Aditya, S.IP. (Pustakawan Ahli Pertama)

Penguatan Jejaring dan Adopsi Inovasi Best Practice AI

Keikutsertaan delegasi UIN SU dalam ajang ini menjadi momentum penting untuk penguatan jejaring kepustakawanan (networking), pertukaran informasi ilmiah, serta akselerasi inovasi digital di lingkungan perpustakaan.

Salah satu fokus utama yang digali oleh perwakilan UIN SU adalah best practice inovasi repository (digital library) berbasis Artificial Intelligence (AI). Perpustakaan UIN SU secara khusus mempelajari strategi dari Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta selaku tuan rumah, yang telah berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetisi Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI). Inovasi teknologi tersebut diproyeksikan dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas sistem keterbukaan akses informasi riset (Open Access) di UIN SU Medan.

Rangkaian Acara Strategis: Dari Pembinaan Karier hingga Call for Paper

Konferensi ke-2 APPTIS 2026 ini menghadirkan serangkaian agenda padat dan produktif. Pada hari pertama, salah satu agenda yang menjadi sorotan utama adalah sesi Pembinaan Kompetensi dan Pengembangan Karier Pustakawan yang digelar di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta. Sesi ini sangat penting bagi tata kelola fungsional pustakawan dari jenjang Pertama hingga Madya di lingkungan PTKIN.

Selanjutnya, delegasi juga mengikuti sesi ilmiah Call for Paper 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 yang berlangsung interaktif di dua ruang paralel (Ruang A dan Ruang B). Sesi ini mempertemukan gagasan riset pustakawan dari berbagai daerah mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan, tantangan etika AI, kolaborasi lintas batas, serta pelestarian budaya lokal di era modern.

Merumuskan Dukungan dan Rekomendasi Kebijakan Tingkat Nasional

Tidak hanya fokus pada aspek teknis kepustakawanan, partisipasi aktif Kepala Perpustakaan UIN SU beserta tim di forum ini juga membawa misi advokasi kebijakan. Momentum ini dimanfaatkan untuk merumuskan, memberikan dukungan, serta menyalurkan rekomendasi perbaikan dan pengembangan perpustakaan perguruan tinggi keagamaan.

Rekomendasi strategis hasil rembuk forum APPTIS ini akan ditujukan langsung ke berbagai pemangku kebijakan nasional demi kemajuan mutu pendidikan, terutama kepada:

  • Kementerian Agama R.I, khususnya melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag untuk penguatan anggaran, sarana, dan mutu kelembagaan perpustakaan PTKIN.
  • Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas R.I) terkait sinergi integrasi satu data naskah digital dan standar nasional perpustakaan perguruan tinggi.
  • Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) terkait peningkatan kejelasan regulasi, formasi, serta jenjang karier fungsional pustakawan Indonesia.

Kepala Perpustakaan UIN SU Medan, Hildayati Raudah Hutasoit, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kehadiran pustakawan UIN SU di forum internasional ini adalah langkah nyata dalam membawa perpustakaan kampus bergerak maju.

“Kami tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi membawa komitmen untuk menyerap inovasi repository berbasis AI dan memperluas kolaborasi. Melalui rekomendasi bersama ke tingkat kementerian dan Perpusnas, kita berharap ada langkah regulasi yang lebih konkret agar perpustakaan di lingkungan PTKIN dapat melompat lebih tinggi dan sejajar dengan perpustakaan global di era kecerdasan buatan ini,” pungkasnya. (MA)