
BATAM (Perpustakaan UIN SU) – Guna mengoptimalkan kompetensi pegawai serta memenuhi target indikator strategis universitas, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan mengutus empat orang pustakawannya untuk mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Skema Manajemen Risiko BNSP RI. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan mulai tanggal 29 Juni s.d. 3 Juli 2026 bertempat di Hotel Pacific Palace, Kepulauan Riau.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan Surat Tugas Nomor: 249/Un.11.R/KP.01.1/06/2026 yang diterbitkan atas nama Rektor oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN SU, Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd.
Adapun keempat pustakawan Perpustakaan UIN SU yang ditugaskan dalam kegiatan sertifikasi ini adalah:
- Misdar Piliang, S.Sos. (Pustakawan Madya)
- Azrai Hasibuan, S.H. (Pustakawan Ahli Pertama)
- Novita Sari, S.Sos. (Pustakawan Ahli Muda)
- Muhammad Aditya, S.IP. (Pustakawan Ahli Pertama)
Peningkatan Kompetensi Mitigasi Risiko
Melalui pelatihan intensif dan uji sertifikasi yang terstandardisasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia ini, keempat pustakawan UIN SU dipersiapkan agar mampu merumuskan, menganalisis, serta melaksanakan tindakan mitigasi risiko secara komprehensif di lingkungan Perpustakaan UIN SU.
Kemampuan mitigasi risiko di era digital ini menjadi sangat krusial, mulai dari pengelolaan aset fisik, keamanan data digital, manajemen infrastruktur teknologi, hingga aspek keselamatan pelayanan publik di perpustakaan.
Penuhan Kontrak Kinerja Perpustakaan
Keikutsertaan perwakilan perpustakaan dalam sertifikasi ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan pemenuhan poin strategis lembaga. Pengelolaan manajemen risiko saat ini telah bertransformasi menjadi salah satu poin utama dalam kontrak kinerja Perpustakaan yang dipertanggungjawabkan langsung kepada Pimpinan UIN SU Medan.
Dengan kepemilikan sertifikasi kompetensi resmi ini, Perpustakaan UIN SU berkomitmen untuk membangun tata kelola kelembagaan yang akuntabel, transparan, dan responsif terhadap potensi ketidakpastian. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan segala dampak kerugian operasional sekaligus meningkatkan mutu kepuasan layanan bagi seluruh civitas akademika UIN Sumatera Utara.
Pasca pelaksanaan tugas di Kepulauan Riau, tim delegasi dijadwalkan akan segera melapor kepada pimpinan universitas guna merumuskan draf implementasi awal peta jalan (roadmap) manajemen risiko internal Perpustakaan UIN SU.
