Yogyakarta – Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 4–6 Agustus 2026 berlangsung semarak dan menjadi panggung utama inovasi perpustakaan Tanah Air. Perhelatan nasional ini terasa semakin istimewa karena dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D, yang menegaskan pentingnya kolaborasi nasional dalam membangun ekosistem digital perpustakaan.

Menyahuti tantangan transformasi digital tersebut, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan mengutus dua pustakawannya, yakni Muhammad Aditya, S.IP. dan Novita Sari, S.Sos., untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan di Kampus Terpadu UMY, Yogyakarta.

Kepala Perpustakaan UINSU Medan, Hildayati Raudah Hutasoit, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pengiriman delegasi ke ajang berskala nasional ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mempercepat modernisasi layanan dan pengelolaan literasi digital di lingkungan UINSU.

“Partisipasi aktif pustakawan kita dalam ajang strategis seperti KPDI XVII ini sangat penting. Keikutsertaan dalam lomba portal web hingga sesi klinik aplikasi diharapkan tidak sekadar membawa wawasan baru, tetapi juga menghasilkan solusi teknis konkret yang bisa langsung diimplementasikan. Kita ingin memastikan Perpustakaan UINSU memiliki ekosistem digital yang tangguh, terintegrasi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika,” tegas Hildayati.

Selama tiga hari perhelatan konferensi, kedua pustakawan UINSU terlibat aktif dalam berbagai agenda penting, mulai dari sesi seminar nasional, workshop tematik, hingga membawa nama baik institusi dengan berkompetisi dalam Lomba Portal Website Perpustakaan tingkat nasional.

Salah satu fokus utama delegasi UINSU dalam perhelatan ini adalah keikutsertaan mereka pada Klinik Aplikasi. Melalui sesi interaktif ini, tim Perpustakaan UINSU melakukan konsultasi teknis, evaluasi sistem, dan bedah arsitektur perangkat lunak perpustakaan bersama para pakar pengembang sistem informasi nasional.

Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi Perpustakaan UINSU untuk mengoptimalkan kinerja sistem otomasi perpustakaan dan repositori institusi yang ada saat ini. Dengan adopsi best practices dari KPDI XVII, Perpustakaan UINSU optimistis dapat mengakselerasi layanan informasi yang modern, andal, ramah pengguna, serta siap menghadapi perkembangan teknologi di era digital. (MA)